ETAMVOICE.ID, Samarinda – Ketua Umum Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Kalimantan Timur (Kaltim) Adi Songge angkat bicara terkait adanya dugaan Korupsi yang begitu masif yang di lakukan oleh oknum di PDAM Tirta Kencana Samarinda yang menyebabkan kerugian Negara hingga Milyaran Rupia. Minggu, 8/2/2026.
Menanggapi hal tersebut, berdasarkan laporan hasil pemeriksaan BPK RI perwakilan Kaltim Nomor : 1/LHP/XIX.SMD/I/2022 tanggal 22 Januari 2022 Memuat setidaknya 12 temuan di PDAM Tirta Kencana Samarinda yang dimana salah satunya terkait permasalahan tagihan air pelanggan yang tidak diakui.
“Ada 2 pelanggan yang tidak mengakui akan adanya tunggakan sebesar Rp.1.662.039.343,00 dan diputihkan alias tidak ada penagihan lagi tanpa alasan yang jelas. tentu hal ini menjadi pertanyaan publik, apakah kesalahan pdam tirta kencana samarinda atau kah modus pencucian uang,”dugaan adi
lebih lanjut, tahun 2024-2025 juga ditemukan adanya dugaan korupsi pengadaan bahan kimia (Aluminium Sulfat) dimana kasus ini tak dilanjutkan lagi proses penyelidikan nya oleh kejati kaltim tanpa ada publikasi dan penjelasan.
“Bukan hanya 2 temuan ini, namun masih banyak hal lainnya yang juga ditotalkan secara keseluruhan akan menyentuh puluhahan Milyar kerugian negara. sehingga dalam hal ini udah seharusnyah direktur utama pdam tirta kencana Samarinda di Copot dari jabatan nya,”pungkas ketua umum semmi kaltim
Sebagai Penutup, Adi Songge menyampaikan bahwa jabatan dirut pdam yang sudah memasuki 2 periode ini dengan begitu banyaknya dinamika dan persoalan pelayanan, pengadaan hingga kenaikin tarif di tengah efisiensi anggaran yang tidak mengedempankan asas kemanusian.
“Yang mimpin ini bukan manusia, wajar saja begitu banyak persoalan yang menerpa. jika hal ini tidak di indahkan maka kami secara kelembagaan akan meneruskan persoalan ini hingga ke pusat dan meminta Kejaksaan Agung sendiri yang turun ke kaltim,”tutup Adi


Informasi Yang Sangat Berguna