31 Maret 2026

Siswa SDN 001 Muara Badak Dilaporkan Menerima 1 Kelapa Utuh, Amarah Merasa Geram dengan Kinerja Penyelenggara Program MBG

Koordinator Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Pesisir Daerah (Amarah), Erdin Syam

ETAMVOICE.ID, Muara Badak – Program MBG (Makanan Bergizi Gratis) yang dilaksanakan di SDN 001 Muara Badak menjadi sorotan publik setelah siswa dilaporkan menerima pembagian satu butir Kelapa utuh sebagai bagian dari kegiatan tersebut. Sebagian pihak mempertanyakan urgensi dan konsep distribusi bantuan tersebut, terutama dari sisi manfaat langsung bagi peserta didik.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Pesisir Daerah (Amarah), Erdin Syam, menyampaikan kritiknya terhadap pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, bantuan dalam bentuk satu butir kelapa utuh dinilai kurang tepat sasaran apabila tidak disertai penjelasan edukatif atau mekanisme pemanfaatan yang jelas bagi siswa.

“Jika tujuannya untuk mendukung asupan gizi atau edukasi, seharusnya program ini dirancang lebih matang. Pemberian satu butir kelapa utuh tanpa pengolahan atau pendampingan edukasi berpotensi tidak efektif,” ujar Erdin Syam.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi anggaran dan evaluasi program agar bantuan yang diberikan benar-benar memberikan dampak nyata bagi kebutuhan siswa sekolah dasar. Sabtu,14/02/2026

“Masih belum jelas apakah kelapa utuh ini sebagai pengganti asupan buah pada menu hari itu ataukah ini murni sebagai pengganti menu MBG secara keseluruhan, jika kelapa ini yang menjadi pengganti asupan buah (menu tambahan) pada hari itu mengapa tidak dalam bentuk olahan agar tidak menyulitkan siswa, dan jika hanya kelapa utuh tersebut yang menjadi satu-satu nya menu pada hari itu hal itu sangat patut di pertanyakan, jangan sampai program yang bersifat unggulan ini hanya dilaksanakan alakadarnya oleh penyelenggara dan hanya bersifat menggugurkan kewajiban tanpa memikirkan esensi nyata dari program MBG tersebut”. Tambah Erdin

Pihaknya berharap ke depan program serupa dapat dikemas lebih terstruktur, baik dalam bentuk bahan pangan yang siap konsumsi maupun kegiatan edukatif yang relevan dengan kebutuhan anak-anak sekolah.

Hingga berita ini diturunkan, pihak penyelenggara program MBG belum memberikan keterangan resmi terkait mekanisme dan tujuan pembagian kelapa tersebut.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *