4 Oktober 2026

‎Melalui Rapat Dewan Pembina, Felix Dosi Samon Resmi Nahkodai Perkumpulan Rumah Flabamora Kaltim Periode 2026-2030

ETAMVOICE.ID, Samarinda – Perkumpulan Rumah Flabamora Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kembali bangkit setelah sempat vakum selama kurang lebih dua tahun.
‎
‎Kebangkitan organisasi yang mewadahi masyarakat asal Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kaltim tersebut ditandai dengan terpilihnya Felix Dosi Samon sebagai ketua umum periode 2026-2030.
‎
‎Melalui hasil Rapat Dewan Pembina Perkumpulan Rumah Flobamora Kaltim telah menetapkan Felix Dosi Samon sebagai Ketua umum, Arnoldus Moan Kiro Sebagai Sekertaris dan Oktovianus Siki sebagai Bendahara pada Sabtu,3/10/2026 di Yen’s Delight Coffee Pastry & Resto
‎
‎Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Rumah Flabamora Kaltim, Yustinus Alvonsus Selasa berharap, kepemimpinan baru dapat membawa organisasi kembali aktif dan semakin dikenal oleh masyarakat, khususnya warga NTT yang berada di Kaltim.
‎
‎Ia menyebut, jumlah warga NTT yang berdomisili di Kaltim mencapai puluhan ribu hingga diperkirakan sekitar 100 ribu orang yang berasal dari berbagai latar belakang profesi. Mulai dari guru, pengacara, pegawai swasta hingga berbagai bidang pekerjaan lainnya.
‎
‎“Warga NTT di Kaltim jumlahnya mencapai ribuan, bahkan sekitar 100 ribu se-Kaltim. Mereka memiliki berbagai profesi. Sayang kalau sebanyak itu tercecer dan tidak tergabung dalam organisasi ini,” ujar Yustinus.
‎
‎Menurutnya, keberadaan Perkumpulan Rumah Flabamora diharapkan dapat menjadi wadah untuk mempererat hubungan antarsesama warga NTT sekaligus menjadi ruang untuk berkontribusi bagi masyarakat dan daerah tempat mereka tinggal.
‎
‎Sementara itu, Ketua Umum Perkumpulan Rumah Flabamora Kaltim Felix Dosi Samon, mengatakan jabatan yang dipercayakan kepadanya merupakan amanah sekaligus tanggung jawab besar.
‎
‎“Ini adalah amanah dan tanggung jawab. Bukan sesuatu yang mudah bagi kami. Saya akan menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” kata Felix.
‎
‎Ia menegaskan akan mendorong semangat kebersamaan dan merangkul seluruh warga NTT di Kaltim agar organisasi tersebut dapat kembali bangkit, aktif, serta memberikan manfaat bagi anggotanya.
‎
‎Felix sapaan akrabnya juga mengajak seluruh warga NTT untuk membawa dan mempersembahkan talenta yang dimiliki bagi kemajuan daerah tempat mereka berada.

Menurutnya, sebagai masyarakat perantauan, warga NTT harus mampu menghormati dan berkontribusi terhadap daerah yang menjadi tempat mereka mencari kehidupan.
‎
‎“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Karena itu, semangat kita adalah bagaimana mempersembahkan talenta kita dari NTT di tempat kita berada, yakni di Kaltim,” tuturnya.
‎
‎Ia mengatakan, salah satu semangat baru yang ingin dibangun dalam kepemimpinannya adalah semangat penyatuan.

Menurut Felix, perbedaan pemikiran dan dinamika dalam sebuah organisasi merupakan hal yang wajar.
‎
‎“Dinamika memang terjadi. Apalagi di tengah banyak potensi dan pemikiran yang berbeda-beda. Tetapi itu bagian dari rasa cinta kita terhadap organisasi ini. Dengan dinamika yang ada, organisasi ini akan terkontrol dan menjadi lebih baik ke depannya,” pungkasnya.
‎

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *